Ganis Angger Atmawarin

No. 05 After Wim Crouwel, 1968

Hal Terbaik di 2018

Buku, artikel, podcast, aplikasi dan orang yang saya temui di 2018. Plus 39 pagi di mana saya berhasil bangun jam 4:30.

Ini daftar hal baik, event, pengalaman dan orang yang saya temukan, pelajari, atau temui di 2018. Urutannya tidak berarti apa-apa. Tidak semuanya juga baru di 2018. Sebagian cuma baru buat saya.

Idenya saya curi dari Austin Kleon dan Show Your Work-nya. Kleon percaya mendokumentasikan proses sama pentingnya dengan memamerkan hasil. Hasil saya tahun ini belum banyak yang bisa dipamerkan, jadi saya dokumentasikan prosesnya saja.

2018 buat saya tahun eksperimen. Saya mencoba banyak hal baru. Sebagian gagal total, sebagian surprisingly berhasil. Saya bertemu orang-orang menarik, dan mulai agak serius dengan kebiasaan sehari-hari. Agak.


Artikel menarik

  • Everything easy is hard again oleh Frank Chimero. Saya membaca ini waktu mencoba coding lagi setelah berbulan-bulan hiatus, dan rasanya seperti ditulis tentang saya. Chimero bercerita bagaimana web development yang dulu terasa sederhana sekarang terasa seperti belajar dari nol. CSS Grid, React, tooling yang ganti setiap 6 bulan. Dunia front-end bergerak terlalu cepat untuk orang yang sempat berhenti sebentar. Setelah membacanya, saya merasa bodohnya tidak sendirian.

  • Why I don’t use my real photo by Julia Enthoven. Saya biasanya berusaha melihat sisi positif dari segala hal, tapi saya harus mengaku: men can be utter pig. Enthoven menulis tentang pengalamannya sebagai female founder yang sengaja tidak memasang foto asli di internet supaya tidak dilecehkan. Saya tidak pernah harus memikirkan hal seperti itu. Artikel ini membuat saya sadar betapa banyak hal yang saya take for granted, cuma karena saya laki-laki.

Great podcast listen

  • 13: Joey Coleman | How to Ensure Lifelong Loyalty, Jordan Harbinger. Tentang cara memperlakukan customer. Coleman punya framework “First 100 Days”, dan sejak mendengarnya saya memandang client onboarding di SoftwareSeni dengan cara lain. Menurut Coleman, fase awal hubungan dengan klien itu yang paling kritis, dan kebanyakan perusahaan justru melupakan klien begitu deal ditutup. Saya merasa agak tersindir.

  • Podcast #387: Think Like a Poker Player to Make Better Decisions, The Art of Manliness. Tentang decision making, dan tentang jadi lebih compassionate, atau setidaknya less arrogant. Annie Duke menjelaskan bahwa keputusan yang baik tidak selalu berbuah hasil yang baik, dan sebaliknya. Ini membebaskan, dan sedikit menakutkan.

Favorite non-fiction books

Tahun ini saya menyelesaikan 14 buku non-fiction. Yang paling nempel adalah High Output Management karya Andy Grove. Mantan CEO Intel ini menulisnya tahun 1983, tapi isinya terasa seperti ditulis minggu lalu, untuk saya, dengan nada agak menegur. Konsep “managerial leverage”, bahwa tugas manajer adalah menaikkan output tim, bukan mengerjakan semuanya sendiri, mengubah cara saya mendelegasikan.

Favorite fiction books

  • Sum karya David Eagleman. Buku pendek sekali, 40 cerita yang masing-masing cuma beberapa halaman, tentang berbagai kemungkinan afterlife. Setiap cerita adalah thought experiment yang membuat saya diam sebentar setelah menutupnya. Favorit saya cerita di mana di afterlife kamu mengalami ulang semua momen hidupmu, tapi dikelompokkan. 30 tahun tidur berturut-turut. 2 bulan bersin. 18 bulan mengantri. Morbid, lucu, dan anehnya menenangkan.

Amazing products

  • Beautiful AI. App untuk membuat presentasi tanpa banyak effort. Pilihan layout-nya terbatas, dan justru itu bagusnya. Saya tidak bisa sibuk menggeser kotak dua piksel ke kiri, jadi saya terpaksa memikirkan isinya.

  • Bear. Note taking app yang sekarang menggantikan Evernote, IA Writer, dan Ulysses sekaligus. Sederhana, cantik, Markdown-first. Yang bikin saya betah adalah organisasinya yang cuma pakai hashtag. Tidak ada folder, tidak ada hierarki bertingkat yang ribet. Hashtag, selesai.

Orang-orang menarik yang saya temui

  • Jun dari Accelbyte. Founder yang membangun gaming backend platform dari Jogja untuk pasar global. Setiap habis ngobrol dengan Jun, saya pulang dengan energi baru dan ide-ide yang terlalu ambisius untuk dieksekusi. Tetap menyenangkan untuk dipikirkan di jalan pulang.

  • Iwan Malik. PM mentee saya di Binar Academy. Yang paling luar biasa dari Iwan adalah usianya. Di umur di mana kebanyakan orang sudah nyaman dengan cara kerja mereka, dia masih belajar. Still has the ability and hunger to learn. Saya, yang lebih muda, sempat malu sendiri. Ternyata umur itu bukan alasan.

  • Andrei dari Gameloft. Dia datang dari industri gaming, jauh sekali dari dunia enterprise software saya. Dari obrolan dengan Andrei saya sadar “product thinking” itu universal. Prinsipnya sama, mau kamu bikin game atau bikin ERP. Bedanya, ERP jarang ada naganya.

Number of articles written

11, termasuk yang ini. Tidak banyak, tapi tahun sebelumnya nol, jadi secara persentase ini lompatan tak terhingga. Menulis masih tidak nyaman buat saya. Tapi seperti lari, makin sering dilakukan, makin bisa ditahan.

Things that I learn

  • Mencoba memasak. Gagal total. Literally, masak nasi saja gosong. Gita meminta saya untuk tidak pernah mendekati kompor lagi. Saya menurut, dengan lega. Ada hal-hal yang memang bukan bidang saya.

Favorite musicians/album

  • Melodrama oleh Lorde. Album yang anehnya makin bagus setiap kali diputar. “Supercut” mungkin lagu terbaik tentang nostalgia, ditulis oleh orang yang umurnya belum cukup untuk benar-benar bernostalgia. Genius.
  • Monument Valley (game OST). Bukan album dalam arti biasa, tapi soundtrack game ini ambient-nya pas sekali untuk menemani kerja.

Interesting games

  • Horizon Zero Dawn. Game yang membuat saya bangun jam 5 pagi. Bukan untuk lari, tapi untuk main sebelum anak-anak bangun. Guilty pleasure, walaupun guilty-nya tidak seberapa.

Rekor lari

  • Jarak Total: 293 km
  • Langkah Total: 2.364.213 langkah
  • 5km tercepat: 33 menit
  • 10km tercepat: 1 jam 11 menit
  • Jarak terjauh: 10,5 km

Ini tahun pertama saya serius lari. Masih lambat, dan masih berat, dalam arti harfiah: timbangan masih di 78kg. Tapi 293 km itu sudah lebih banyak dari nol.

Hal baru yang saya lakukan

  • Jadi mentor di Binar Academy. Menyenangkan. Mengajar product management ke orang yang eager to learn mengingatkan saya kenapa dulu saya jatuh cinta dengan bidang ini.
  • Lari 10k race di Adi Sutjipto. Rutenya bagus sekali. Tahun depan saya datang lagi.
  • Mencoba bangun 4:30 AM setiap pagi. Total berhasil: 39 kali. Dari 365 hari. Oke, ini bukan success story. Anggap saja pemanasan.

2018 bukan tahun terbaik saya. Tapi di tahun ini saya mulai memperhatikan hal-hal yang ternyata penting buat saya: membaca, menulis, lari, dan orang-orang yang membuat saya ingin jadi lebih baik.

Dan menjauh dari kompor.

Photo by Charles 🇵🇭 on Unsplash

— Ganis

If that was any good

I send a letter when there’s a new essay. That’s the whole deal.