
Hal Terbaik di 2018
Hal baik, event, pengalaman dan orang yang saya temukan, pelajari, ketemu, dan lain-lain di 2018. List ini tidak dibuat dengan ordering, dan tidak semua hal adalah hal yang baru.
Saya mulai membuat daftar seperti ini karena terinspirasi oleh Austin Kleon dan Show Your Work-nya. Kleon percaya bahwa mendokumentasikan proses itu sama pentingnya dengan menunjukkan hasil. Dan apa yang lebih baik untuk didokumentasikan selain hal-hal terbaik dari setahun yang sudah lewat?
2018 buat saya adalah tahun eksperimen. Tahun di mana saya mencoba hal-hal baru (sebagian gagal total, sebagian surprisingly berhasil), bertemu orang-orang menarik, dan mulai lebih serius tentang kebiasaan yang membentuk hidup saya.
Artikel Menarik
Everything easy is hard again oleh Frank Chimero. Artikel ini terasa pas sekali dan mengena setelah saya mencoba coding kembali setelah berbulan-bulan hiatus. Chimero menjelaskan dengan indah bagaimana web development yang dulu terasa sederhana sekarang terasa seperti belajar dari awal lagi. CSS Grid, React, tooling yang berubah setiap 6 bulan — dunia front-end bergerak terlalu cepat untuk orang yang sempat berhenti sebentar. Membaca ini membuat saya merasa tidak sendirian.
Why I don’t use my real photo by Julia Enthoven. Walaupun saya mencoba positive untuk segala macam hal, saya harus mengakui bahwa men can be utter pig. Enthoven menulis tentang pengalamannya sebagai female founder yang sengaja tidak menampilkan foto asli di internet untuk menghindari harassment. Artikel yang membuka mata dan membuat saya reflect tentang privilege yang sering saya take for granted sebagai laki-laki.
Great Podcast Listen
13: Joey Coleman | How to Ensure Lifelong Loyalty — Jordan Harbinger. Tentang bagaimana memperlakukan customer. Coleman punya framework “First 100 Days” yang mengubah cara saya berpikir tentang client onboarding di SoftwareSeni. Intinya: fase awal relationship dengan klien adalah yang paling kritis, dan kebanyakan perusahaan justru mengabaikannya setelah deal ditutup.
Podcast #387: Think Like a Poker Player to Make Better Decisions — The Art of Manliness. Tentang decision making dan bagaimana menjadi lebih compassionate — atau less arrogant. Annie Duke menjelaskan bahwa keputusan yang baik tidak selalu menghasilkan hasil yang baik, dan sebaliknya. Ini membebaskan sekaligus menakutkan.
Favorite Non-Fiction Books
Tahun ini saya menyelesaikan 14 buku non-fiction. Yang paling menonjol: High Output Management oleh Andy Grove. Buku ini ditulis oleh mantan CEO Intel pada tahun 1983, tapi setiap halamannya terasa seperti ditulis minggu lalu. Konsep “managerial leverage” — bahwa tugas manajer adalah meningkatkan output tim, bukan mengerjakan semua sendiri — mengubah cara saya mendelegasikan.
Favorite Fiction Books
- Sum by David Eagleman. Buku yang sangat pendek (40 cerita, masing-masing cuma beberapa halaman) tentang kemungkinan-kemungkinan afterlife. Setiap cerita adalah thought experiment yang membuat kamu diam sejenak setelah membacanya. Favorit saya: cerita di mana afterlife adalah tempat di mana kamu harus mengalami semua momen hidupmu yang sama — tapi dikelompokkan. 30 tahun tidur berturut-turut. 2 bulan bersin. 18 bulan mengantri. Morbid, lucu, dan somehow comforting.
Amazing Products
Beautiful AI. App yang membantu membuat presentasi tanpa terlalu banyak effort. Limitasinya justru jadi kelebihannya — kamu dipaksa fokus ke konten, bukan layout. Saya sudah menulis lebih detail tentang ini.
Bear. Note taking app yang sekarang menggantikan Evernote, IA Writer, dan Ulysses. Sederhana, cantik, dan Markdown-first. Bear punya satu fitur yang membuatnya unggul: hashtag-based organization. Tidak ada folder, tidak ada nested hierarchy yang complicated. Cuma hashtag. Minimalis dan efektif.
Orang-Orang Menarik yang Saya Temui
Jun dari Accelbyte. Seorang founder yang membangun gaming backend platform dari Jogja untuk pasar global. Percakapan dengan Jun selalu meninggalkan saya dengan energi baru dan ide-ide yang kadang terlalu ambisius untuk dieksekusi — tapi selalu fun untuk dipikirkan.
Iwan Malik. PM mentee di Binar Academy. Hal yang paling amazing dari Iwan adalah usianya — di umur yang kebanyakan orang sudah settle dengan cara kerja mereka, dia masih belajar. Still has the ability and hunger to learn. Ini mengingatkan saya bahwa age is not an excuse.
Andrei dari Gameloft. Perspektif dari industri gaming yang sangat berbeda dari world saya di enterprise software. Andrei membuat saya sadar bahwa “product thinking” itu universal — prinsipnya sama, mau kamu bikin game atau bikin ERP.
Number of Articles Written
11 — termasuk yang ini. Bukan jumlah yang besar, tapi dibanding tahun sebelumnya (nol), ini kemajuan yang signifikan. Menulis masih tidak nyaman buat saya. Tapi seperti lari, semakin sering dilakukan, semakin bearable.
Things That I Learn
- Mencoba memasak. Gagal total. Seperti, literally, bikin nasi aja gosong. Gita meminta saya untuk tidak pernah mendekati kompor lagi. Saya menurut. Ada hal-hal yang memang bukan bidang kamu, dan itu tidak apa-apa.
Favorite Musicians/Album
- Melodrama — Lorde. Album yang anehnya semakin bagus setiap kali didengar. “Supercut” mungkin lagu terbaik yang ditulis tentang nostalgia oleh orang yang belum cukup umur untuk benar-benar nostalgic. Genius.
- Monument Valley (game OST). Bukan album tradisional, tapi soundtrack game ini punya kualitas ambient yang sempurna untuk bekerja.
Interesting Games
- Horizon Zero Dawn. Game yang membuat saya bangun jam 5 pagi — bukan untuk lari, tapi untuk bermain sebelum anak-anak bangun. Guilty pleasure yang saya tidak terlalu merasa guilty.
Rekor Lari
- Jarak Total: 293 km
- Langkah Total: 2.364.213 langkah
- 5km tercepat: 33 menit
- 10km tercepat: 1 jam 11 menit
- Jarak terjauh: 10,5 km
Tahun pertama saya serius lari. Masih lambat, masih berat (literally — berat badan masih di 78kg). Tapi 293 km adalah fondasi. Dan fondasi, meskipun tidak glamor, adalah hal yang paling penting.
Hal Baru yang Saya Lakukan
- Jadi mentor di Binar Academy. Menyenangkan. Mengajarkan product management ke orang yang eager to learn itu mengingatkan saya kenapa saya menyukai bidang ini di tempat pertama.
- Lari 10k race di Adi Sutjipto. Rute larinya bagus sekali. Saya akan datang lagi tahun depan.
- Mencoba bangun 4:30 AM setiap pagi. Total bangun pagi: 39 kali. Dari 365 hari. Okay, ini bukan success story. Tapi ini awal. Dan awal selalu berantakan.
2018 bukan tahun terbaik saya. Tapi ini tahun di mana saya mulai memperhatikan hal-hal yang penting — membaca, menulis, berlari, dan bertemu orang-orang yang membuat saya ingin jadi lebih baik.
Kadang tahun terbaik bukan yang paling spectacular. Tapi yang paling formative.
Photo by Charles 🇵🇭 on Unsplash
